Pada Minggu, 6 Juli 2025 sekitar pukul 16.00 WITA, banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram akibat hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 WITA. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang membuat sungai meluap dan air menggenangi rumah-rumah di beberapa kelurahan seperti Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Ampenan. Genangan air bervariasi tingginya dan merusak beberapa fasilitas, termasuk tembok TPST Sandubaya yang roboh ke jalan serta pohon tumbang di depan Kantor Inspektorat Dasan Agung. Satu mobil terseret arus dan sembilan rumah mengalami kerusakan parah.
Dampak banjir cukup besar, dengan sekitar 7.370 keluarga atau 20.357 jiwa terdampak. Sebanyak 378 orang mengungsi ke lokasi seperti SDN 24 Cakranegara, rumah warga di Pamotan, dan tempat pengungsian lainnya. Tidak ada yang meninggal, namun 15 orang luka-luka, dan masih ada data yang diperiksa terkait korban hilang. Akses ke wilayah terdampak sebagian besar masih bisa dilalui, walaupun beberapa daerah perumahan masih tergenang. Kini situasi sudah mulai kondusif.
Warga yang terkena dampak sangat membutuhkan bantuan seperti makanan siap saji, air mineral, terpal, dan alat penerangan. Selain itu, TBM BG telah mendirikan dapur umum untuk membantu menyediakan makanan bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir, guna meringankan beban mereka selama masa pemulihan. Informasi ini berasal dari Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB.